peringatan untuk junior

hari ini saya ikut pelatihan ATLS, advance trauma life support yang biasanya diikuti oleh dokter dokter, keren kan?  padahal saya masih mahasiswa. ahahaaa, pastinya saya bukan jadi peserta, melainkan asisten pasien simulasi,woohhh tapi tetep lumayan lho!

jadi intinya selain mendapat pengamalaman langsung bagaimana tegangnya ujian ATLS (yaa rasanya mirip OSCE, lebih tegang dikit karena keadaan emergency ceritanaya), saya juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa dokter konsultan, dokter senior ceritanya. 

diawali dari briefing oleh salah satu dokter konsultan, beliau berkali-kali mengeluhkan sistem PBL yang diinisiasi oleh UGM. wohooo, why? katanya, sistem ini belum matang dan terlalu dipaksakan. Jika Problem based learning, apakah masyarakat indonesia dari kecil sudah diajarkan mencari masalahnya sendiri? lalu kenapa masih banyak orang pasang status galau (salah fokus hahaa). beliau memberi contoh, di barat sana sangat cocok dengan problem based learning karena memang sedari sd mereka diajarkan seperti itu, mencari sendiri masalahnya, kebutuhannya lalu mereka temukan sendiri jawabannya. tidak seperti di Indonesia, sejak sd sudah memiliki kurikulum yang selalu MENGAJARKAN, contoh belajar sejarah kerajaan, tugasnya carilah artikel tentang diponegoro, padahal yang dipelajari bukan hanya itu, murid murid tidak dibebaskan menentukan sendiri apa yang mereka cari, jadi manjalah kita semua….

contoh sepele lainnya, beliau bercerita jika anak kecil jatuh nabrak tembok, otomatis refleks si Ibu “aduh temboknya nakal, sini ibu pukul” nah lhoooo, padahal anaknya yang salah. ini sebagai refleksi saja, saya juga belum paham 100% bagaimana caranya mendidik itu.

yaa intinya, karena kita dari sd sudah dimanjakan, dan memang belum bisa menentukan yang mana yang masalah yang mana yang bukan, maka sistem PBL ini sulit diterapkan secara efektif. beberapa mungkin memiliki nilai yang bagus, tapi apakah ilmunya sungguh maksimal diserap? saya bercermin sendiri sih, dengan sistem seperti ini sangat sulit sekali bagi orang-orang yang kurang rajin dan sudah dimanjakan ilmu sejak kecil, sulit sekali untuk survive nantinya.

itu hanya sedikit keluhan dari sang senior, tapi bukan berarti dunia berakhir disini. semua masih bisa diperbaiki, satu-satunya jalan adalah dengan belajar ulang, baca lagi semua materi yang baru setengah dipahami, baca lagi, pahami lagi. dari mulai anatomi, histologi, fisiologi, perdalam lagi….

Peringatan pertama tadi berkaitan dengan ilmu dan proses belajar, lalu saat ujian ATLS dimulai, saya mulai masuk ruangan dan bertemu dengan dokter spesialis bedah onkologi konsultan dari solo…

beliau, tampak tidak terlalu tua untuk gelar sehebat itu, lulus angkatan 2000 dan sekarang sudah menjadi penguji ATLS. awalnya saya malu juga, takut juga iya, lebih tepatnya sungkan. beliau tampak tegas didepan peserta, tapi sebenarnya dia baik hati dan cukup ramah. kenapa? karena beliau masih mau bercerita pada saya dan teman probandus saya. beliau menceritakan sedikit kisah hidupnya menuntut ilmu…

intinya, belajar di kedokteran hingga seperti sekarang butuh waktu yang sangat lama, namun sedihnya sistem pemerintahan Indonesia sekarang sangatlah kurang dalam menghargai profesi dokter. digaris bawahi yaaa, SANGATLAH KURANG!

selain terlalu sadisnya media mengekspos kesalahan dokter sebagai manusia biasa, kesejahteraan dokter juga tidak dipertimbangkan dengan baik. coba tengok sedikit sistem BPJS atau SJSN nanti, memang itu sangat menguntungkan pasien namun bagaimana dengan dokter dokter? saya sendiri masih belum paham, masih banyak pro dan kontra, dan saya berharap apapun itu nanti akan menjadi lebih baik di masa datang. 

dari pesan beliau, kenyataan yang ada sekarang, para dokter merasa dirugikan. masa depan mereka dapat dikatakan suram secara umum. memang ini terlalu men-generalisasi, tapi ini merupakan sebuah pendapat dan peringatan.

beliau mengatakan, “bukannya mau menakut-nakuti, tapi mau mengingatkan saja. ayo pikirkan lagi planning karirmu selanjutnya, walaupun setiap jaman akan berubah paling tidak kamu haru mempunyai planning itu.”

baiklaaahhh… 

terimakasih dok. 

yang saya ingin sampaikan disini, untuk peringatan diri sendiri dan teman-teman lainnya, jadi dokter klinisi terutama, memang harus punya passion, HARUS! karena entah apalagi yang bisa membuat kita bertahan dalam menjalani profesi yang super ‘ajaib’ seperti ini. 

jika ingin kehidupan dokter lebih baik, dan tidak mempunyai cukup passion di dunia klinisi, cobalah bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, berikanlah perubahan ke arah yang lebih baik, peran ini menurut saya sangat dibutuhkan sekarang.

sekian, mohon maaf bila ada salah-salah kata, tidak ada maksud untuk apapun, hanya untuk menyampaikan pesan yang mungkin tidak 100% benar.

mungkin bisa direfleksikan dengan keadaan masing-masing, karena sudut pandang itu memiliki banyak arah, jadi harus selalu berhati-hati 🙂

pesan terakhir…

“pekerjaan yang paling memberi keuntungan adalah perniagaan, menurut Nabi Muhammad SAW, kalau mau kaya ya jangan jadi dokter” kata dokter spesialis bedah onkologi

nice words, lumayan untuk mengingatkan… 

jangan memaksanan untuk menuntut harta jika jalurmu tidak menyediakannya, coba carilah jalur yang lain sembari berjalan di jalur utama. dan janganlah mengeluh dimasa depan karena semua sudah ada peringatannya :’)

 

 

terimakasih

 

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

One response to “peringatan untuk junior

  1. abu Ilham

    “pekerjaan yang paling memberi keuntungan adalah perniagaan, menurut Nabi Muhammad SAW, kalau mau kaya ya jangan jadi dokter” kata dokter spesialis bedah onkologi..

    Itu adalah kata seniormu, Walaupun sebenarnya Kanjeng Nabi tdk mengatakan persis seperti itu.

    Ada hadits yg lengkapnya spt ini:
    Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada seseorang bertanya, “Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?” Beliau jawab: عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور

    “Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628)

    dan ada hadits lain tentang Pedagang:
    Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: (إن التجار يبعثون يوم القيامة فجارا إلا من اتقى الله وبر وصدق)

    “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fi At-Tujjar no.1131)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: