refleksi ujian terakhir ditahun kedua

ujian ini disebut OSCE KBK 2. subhanallah…

sejujurnya tidak lama persiapan saya, namun harapan dan keyakinan itu akan selalu ada untuk bisa melakukan yang terbaik.

dengan persiapan kurang lebih tiga hari latihan, siang itu saya bersiap menghadapi ujian OSCE KBK 2. berdoa terus menerus, alhamdulillah membuat hati tenang sampai akhirnya saya duduk tepat didepan ruangan stase pertama, NEOREST.

setelah duduk menunggu hampir setengah jam, akhirnya OSCE pun dimulai *tetooooot*

bismillah, stase pertama neorest (alhamdulillah observernya ibu dokter tutor yang baik hati). stase awal, rasa deg-degan itu masih ada, hingga membuat saya menjatuhkan bulb syringe menjadi tidak steril. menerima bayi dan melakukan pertolongan dengan cepat tapi agak kurang gentle (maafnya dedek bayi). stase ini lumayan cepat, tercepat bahkan dan menyisakan banyak waktu untuk lebih menstabilkan diri.

stase selanjutnya, baby delivery yuhuuuu, the baby was on the way doc! dan yang saya lakukan adalah, lupa menggunakan kain untuk menerima bayi dan stase ini ditutup dengan kewaguan antara saya dan observer. beliau memberi tanda, sesuatu namun sungguh saya bingung. padahal mudah saja, maksud dokter itu adalah cuci tangannya lupa, ayo dilakukan, begituuu. astaghfirullah sungguh tidak bisa memahaminya, semoga tidak memperburuk hasilnya, ya Allah hamba memohon yang terbaik.

kemudian stase 3 adalah ANC, yaa baiklah let’s talk with the big mommy. alhamdulillah ya Allah saya bisa lancar dalam setiap anamnesis, alhamdulillah bisa sedekat itu dengan pasien, mengetahui permasalahannya. hanya saja sang dokter observer berpesan supaya saya lebih tenang, gently dan perlahan, jangan pernah membuat pasien tidak nyaman. semoga stase ANC ini membuat saya ingin menjadi lemah lembut dan lebih tenang lagi, semoga saya sanggup ya Rabb…

stase 4 dengdengdeeeng, SIRKUMSISI! stase yang awalnya sangat menyeramkan, sampai sesaat sebelum osce setelah latian berkali-kali terlihat mudah. sampai pada hari h semuanya berubah. saya berusaha melakukan semuanya berurutan. sejak mulai pemeriksaan, saya sadar bahwa mendapat preputium yang tidak bersahabat. akhirnya proses bedah pun lamaaaaa sekali. pingin rasanya nangis karena merasa fail, apalagi saat gloves ikut terjahit dengan benang suturing. something kinda funny isn’t it? ya Allah semoga saja, apa yang saya lakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. dan stase ini sungguh menyadarkan saya untuk tidak mngambil spesialis bedah (semua kejadian di stase ini adalah luarbiasa deg-degan sebetulnya. 

stase 5 IPM, yak subhanallah, saya mendapat anak perempuan kecil dan cantik. tidak menangis dan senang diperiksa 🙂 entah kesalahan apa yang saya perbuat, yang pasti dokternya kecewa dengan saya dan peserta-peserta sebelumnya. beliau kecewa karena hingga saya masuk belum ada peserta yang dapat melakukan tekanan turgor dengam cara yang benar.bismillah.

stase 6 

wah baru inget kalau ini sepertinya yang saya ketik tidak sesuai dengan urutan kelompok OSCE pada tanggal 24 Juli 2012 lalu, saya melupakan clinical breast exam di stase–stase awal. yaa baiklah untuk stase 6 ini (yang sebenarnya stase berasal dari bagian awal)

stase ini memiliki observer super yaitu dr. Adrian. yaa beberapa kali diingatkan oleh beliau untuk menghormati pasien seutuhnya dan saya lupa menggunakan gloves saudara-saudaraaaa, semoga hasilnya bisa maksimal disini *pasrah dan berdoa*

stase 7 adalah stase lima menit, superkilat yaitu mata

anamnesis superkilat, pemeriksaan kilat dan benarr (amin) membuat stase ini super dikejar waktu. alhamdulillah dokternya adalah dr. Datuk. semoga hasilnya baik ya Allah… *hope and pray*

stase 8 stase penuh kekhawatiran. terlihat dari wajah observer yang ikut deg-degan saat aku memasukan otosope. saya takut sekali sejujurnya karena stase ini saya menyakiti pasien saya astaghfirulah. sulit sekali ternata, hingga belpun berbunyi ditambah sang dokter observer berkata “ingat tidak boleh menyakiti pasien” dan seketika aku merasa sangat bersalah karena menyakiti probandusnya. semoga saja pengalaman berharga ini bisa teringat terus, untuk tidak menyakiti pasien.

stase 9 lab exam… dan saya mendapat apusan darah tebal tibil,sedkit berbeda dengan yang lain. stase ini saya awali dengan basmalah, insyaAllah untuk prakteknya suudah cukup lancar alhamdulillah namun interpretasi nya buruk, saya bahkan tidak bisa membeakan sel limfosit denga kutarannya:)

 

stase terakhir. NEUROLOGY!

alhamdulillah stase terkakhir, dengan dokter super pendiam dan pasien yang cukup banyak bertanya membuat stase ini cukup melegakan. saya mendapat kasus meningines, dan setelah pemeriksaan kami sedikit membahas feedback.

alhamdulillah OSCE telah selesai semoga hasilnya dapat membuat setiap orang lebih baik, semoga mendapat hasil terbaik :’)

 

 

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: