sedih yang teramat

“ketika sedih itu bukan berasal dari masalah diri sendiri, melainkan penderitaan orang lain.”

teman baru saya, anggap saja bernama Fudgy, setiap hari selalu mengangguku dia selalu ‘gojean’ hampir setiap hari. namun belakangan sikapnya berbeda, saya pikir perbedaan itu hanya dirasakan oleh saya. Fudgy kini pasif, lebih banyak diam dan menyendiri. Dia jarang sekali muncul dikampus. dia jarang sekali tertawa. 

mulailah saya dengan super menduga, menganalisis. Fudgy sekarang lebih sering pergi dengan keluarganya, dia selalu punya alasan untuk menolak pergi dengan teman-teman lain, sering dia menyebut mau menemani ibu nya kesana-kesini. Agaknya dulu Fudgy tidak seberbakti ini. entah datang darimana, perasaan buruk itu hadir, perasaan kalau ada sesuatu dengan keluarga Fudgy.

benar saja, setelah hampir 1 bulan, kekhawatiranpun terbukti. kemarin, seorang teman mengabarkan bahwa ibu Fudgy sakit, cukup parah dan sudah hampir 1 bulan dirawat. Innalillahi…. entah mengapa saya merasa sedih yang luar biasa. 

Ya Allah, mengapa perasaan saya itu benar, mengapa saya harus mengetahui berita buruk ini? saya merasa Allah ingin berbicara banyak, namun saya masih belum cukup memahinya. alhasil, seharian saya memikirkan hal ini, saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Fudgy dan keluarga. 

kisah ini saya sampaikan pada Aisya, dia berkata bahwa Fudgy adalah manusia tersabar, Subhanallah. luarbiasa sabar adalah saat kita mendapat musibah dan tidak mengatakannya pada siapapun, terus berdoa dan menggantungkan segala harapan hanya kepada Allah semata.

jujur, saya sering kagum dengan Fudgy, tapi kali ini saya sudah tidak bisa kagum lagi, sudah jauh diatas itu pandangan saya tentang dia. sampai detik ini saya masih memikirkan beban dia, perasaan dia, sungguh entah mengapa saya merasa sedih yang teramat. 

siapapun yang membaca kisah ini, semoga kita bisa sama-sama mengirim doa untuk saudara kita, semoga dia dan keluarga dikuatkan, dan Allah segera mengangkat penyakit ibunya.

sungguh Allah yang memberi penyakit, dan Allah jugalah yang menyembuhkannya. saya selalu percaya keajaiban, dan insyaAllah selalu ada yang terbaik untuk Fudgy dan keluarganya. 

amin allahuma amin.

 

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: