but actually i am

orang-orang disekitarku selalu datang dan pergi. sulit ya sekarang berdiam diri dengan orang yang sama selamanya, belum bisa mungkin. saya terlalu terbiasa ditinggalkan. santai ko…

but actually i am…
sedih itu pasti. marah apalagi. tapi rasanya sia-sia. jadi lebih baik mengabaikannya. tapi yah sakit aja.

entah sebaiknya harus bagaimana ya, kalau saya merasa di nomer kesekiankan, saya tidak pernah mau menuntut. yah mungkin memang baginya begitu, buat apa menuntut yaa.
tapi sedih juga. tapi yah terkadang Allah selalu mempertemukanku dengan orang-orang baik lainnya, banyak bahkan. Alhamdulillah…

entah mengapa ya? perasaan itu aneh sekali. terkadang bisa merasa dekat sekali dengan seseorang, tapi suatu saat kita merasa jauh bahkan hampir tak terjangkau. kalau ada penelitian, mungkin saya butuh penjelasan ini. walau bukan tidak mungkin kalau nanti saya meragukan hasilnya.
karena yah itu memang hal ini sulit dipahami. kalau kata teman saya ‘hard to believe’.

mungkin memang manusia semakin dewasa akan semakin menjadi makhluk individual.
mungkin persiapan karena pada akhirnya kita semua akan menjadi sendiri.

walau harapan selalu ada, untuk selalu berbagi pada saudara, mencintai dan menyayangi sesama :’)

 

 

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: