#8sebuahkisah

‘Maaf Kei aku nggak bisa bantu kamu’, pesan itu aku baca. Aku lantas kecewa, pasti. Walaupun aku sudah mempersiapkan untuk hal ini, tetap saja kecewa itu ada walau mungkin tak banyak.

Aku yakin pada Revi, entah apa, entah mengapa. Aku percaya padanya. Terkadang aku teringat Utara, namun perlahan sosok Revi lebih nyata. Setiap bertemu, aku melihat sisi lain Revi. Walaupun jarang aku memujinya, aku sangat menghormatinya. Menurutku prinsip itu penting, dan dia memilikinya. Aku mulai menilai Revi lebih. Dan disaat seperti itulah, hal-hal baik yang dilakukannya akan terlihat besar bagiku.

Aku berharap padanya sesuatu, saat harapan itu tidak nyata wajar saja bila kecewa, pikirku.

Namun, kecewa itu bermetastasis. Keyakinanku mungkin hanya fatamorgana.

Teringat kembali olehku Utara, segala hal baik tentangnya dan aku mulai takut karenanya. Sangat mungkin rasanya bila semua itu juga fatamorgana.

Mungkin memang sudah seharusnya aku terbangun, membuka mata dan melihat segala sesuatu untuk kedua kalinya. Bersiap jika aku ternyata melihat fatamorgana.

‘Baiklah, terimakasih’ dan pesan balasan itu segera kukirim untuknya.

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: