#7sebuahkisah

Aneh rasanya ketika terpikirkan olehku orang yang seharusnya tidak aku pikirkan. tapi, aku segera tersadar kalau itu hanya fatamorgana. Perasaan sesaat yang banyak dirasakan remaja muda. Sekarang, jangan tanya, usia ku bahkan sudah kepala 2. Aku masih saja belum bisa  memahami perasaan. Perasaan orang aku tidak mengerti apalagi perasaan diri sendiri. 

Aku sadar saat bahagia, perasaan itu menyenangkan. Aku paham perasaan marah, sedih dan jenuh. Namun terkadang ada beberapa perasaan yang tidak aku pahami. Sama seperti perasaan ku yang selalu berubah setiap bersama Kei. Gadis ini aneh. Aku tidak peduli, tapi entah mengapa aku selalu sadar dengan tingkah lakunya yang aneh. Tingkahnya menggangguku, mengganggu pikiranku. Aku tidak bisa berhenti mengomentarinya, aku tidak bisa berhenti memperhatikannya. 

‘Kei kamu tuh nggak jelas banget sih, ngapain coba itu’ tanyaku.

‘Aku nggak pernah minta  komentar kamu, Rev, diam aja deh’

Batinku selalu kesal, tapi aku sendiri tidak mengerti mengapa sulit mengabaikannya.

Tidak selalu membuatku kesal memang, terkadang Kei juga berulah lucu tapi tetap aneh. Entah apa aku bisa benar-benar bekerja sama dengannya. Kenyataannya, aku masih bertahan magang ditempat itu. Bertahan bersama Keisha. Dan mungkin bila suatu saat aku berhenti magang, mungkin artinya aku sudah tidak tahan lagi. Aku sendiri tidak yakin pada kemungkinan itu.

‘Rev, bantu Keisha hari Sabtu bisa?’ tanya Ojan saat aku duduk dipojok ruangan.

‘Apa ada alasan buat gue bisa nolak?’ jawabku asal tapi serius.

‘Hahahaaa, Rev cuma lo kayaknya yang bisa Keisha andalin sekarang, dia cuma percaya lo rev’ Ojan terkikih.

Aku terdiam. Aku sedikit mengulang kalimat Ojan. Kemudian entah apa yang aku pikirkan aku lantas serius menolak tawaran Ojan. Aku kemudian pergi meninggalkan Ojan dan tanda tanya atas pernyataanku barusan.

Baiklah, aku tidak paham dimana letak kesalahanku menolak tawaran Ojan. Namun, aku juga belum mengetahui alasan mengapa aku melakukan hal itu. Aku hanya sadar bahwa aku harus menolak itu. Aku bukan apa-apa dibandingkan orang-orang sekitarku. Aku hanya mahasiswa biasa.

Aku biasa dan tidak ingin menjadi luarbiasa.

Walaupun seseorang percaya pada kemampuanku, aku tetap merasa tidak bisa. Bagiku hanya diri ini seorang yang sanggup menilai, tidak ada orang lain, tidak juga dia. 

Aku lantas terdiam lebih lama, dan aku tidak akan merubahnya saat ini.

 

 

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: