#4sebuahkisah

Ruangan pusat lembaga ini terasa sepi. Padahal lebih dari tiga departemen rapat disana saat itu. Aku duduk terdiam membaca laporan dihadapanku. Tulisannya rapi, tulisan tangan.

‘Kei, udah baca laporan itu? Kemaren anaknya dateng mau minta tanda tangan lo kan, ko nggak lo kasih?’

‘Oh ini laporan tertulisnya ya, itu suratnya yang kemaren salah jan’

‘Oh, harusnya dikasih aja, anak itu nggak suka ribet’

‘Bukan ribet Jan, itu ada peraturan kan harus ditaatin, kalau salah ya terima salah, nggak mungkin gue membenarkan yang salah. Dan harusnya dia nggak usah merasa nggak bersalah’

‘Iya iya kei, santai’

‘Hahaaa, iya santai kok. Siapa sih emang dia?’

‘Namanya Revi, dia anak yang mau daftar magang disini. Buat data skripsi sih katanya’

‘Oh anak sementara ya?’

‘Yah begitulah, anaknya unik Kei’

‘Iya kah? Hahahaaa, kita lihat aja nanti’

aku pun lanjut membaca laporan ditanganku, Laporan tertulis milik Revi. Tulisannya sangat rapi, entah tak terbayang seperti apa sifat unik nya. Bagiku, dia anak baru yang mungkin bukan tipe yang mudah untuk bekerja sama. tapi yah sudahlah… lihat saja nanti.

Advertisements

About Sonia

I am what i think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: